Presiden Mursi
Bersamadakwah. Setelah sekian lama publik bertanya-tanya tentang kabar Presiden Mursi, akhirnya tim pengadilan Mesir yang diijinkan As Sisi mengunjunginya di penjara memastikan doktor yang hafal Qur'an itu masih hidup, namun kondisinya tidak begitu fit. Tim pengadilan mengatakan bahwa Mursi tidak mau menandatangani surat pengunduran diri. Ia juga menolak diinterogasi, kecuali hanya memberikan pernyataan sebagai berikut:

"Saya Presiden terpilih, saya memiliki pelindung, tidak ada hak untuk menghakimi saya. Kalau ingin menghakimi saya, haruslah lewat pengadilan yang legitimate yang sesuai dengan undang-undang Negara. Jangan berharap banyak dari saya, saya tidak akan menjawab pertanyaan kalian. Saya rela menanggung semua ini (penghinaan dan pengkhianatan) demi harga diri dan kehormatan bangsa Mesir. Saya yakin Allah sama sekali tidak akan menyia-nyiakan cita-cita dan harapan bangsa Mesir yang ingin bangkit dan merdeka dari penjajahan.

Saya tidak tahu di mana saya disekap, sampai sekarang saya tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga saya. Demi Allah saya tidak membohongi kalian Rakyat-ku. Dan begitu juga Allah tahu kalau saya tidak tamak kekuasaan dan jabatan. Dalam satu tahun aku menjumpai banyak rintangan, dan mereka (oposisi) sedikit pun tidak mau bekerjasama denganku."

Komnas Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KDM), yang merilis pernyataan Presiden Mursi tersebut melalui akun twitter @Komnas_KDM, Senin (9/9), menyebutkan bahwa ini merupakan penolakan interogasi yang keempat kalinya dilakukan Presiden Mursi.

Tim pengadilan 'membocorkan' bahwa Presiden Mursi disekap di Kairo. Di sana ia dijaga sedikitnya 80 perwira dengan dilengkapi 12 Buldozer pengaman.

"Kami menjalani pemeriksaan super ketat ketika kami ingin bertemu," kata tim pengadilan. [IK/Twt]

 





Leave a Reply.